Diseminasi Hasil Penelitian 2017

Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh mengadakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian yang dilaksanakan di  The Pade Hotel pada hari Rabu, 28 Februari 2018. Kegiatan yang dibuka oleh  Fahmi Ichwansyah. S.Kp. MPH. Ph.D selaku kepala Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh dan sekaligus memamparkan tentang profil  Loka Penelitian dan Pengembangan Biomedis Aceh harapan  dan capaian yang telah didapat. kemudian  Menurut dr. Eka Fitria selaku ketua panitia, kegiatan ini dimaksud untuk dapat menyebarluaskan hasil penelitian secara terbuka kepada publik dan lintas sektor terkait.
Ada 3 (tiga) topik yang disampaikan oleh para peneliti sesuai bidang kepakaran,yaitu:
1. Hasil Studi Evaluasi Eliminasi Filariasis di Indonesia Tahun 2017, yang disampaikan oleh Anorital Anwar, SKM M.Kes selaku peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Upaya Kesehatan Masyarakat, Jakarta. Penelitian ini dilakukan di 23 (dua puluh tiga) kabupaten di Indonesia 18 (delapan belas) kabupaten endemis B. malayi dan 5 (lima) kabupaten endemis W. bancrofti yang telah melaksanakan pre- TAS dan TAS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan masih ditemukan adanya gejala klinis filariasis (penyakit kaki gajah) pada penduduk yang berdomisili di daerah sentinel dan spot meskipun pemberian obat pencegahan massal (POPM) telah selesai dilakukan 5-11 tahun yang lalu. Begitu juga pada daerah yang endemis B. malayi, masih ditemukan mf rate di atas 1% meskipun wilayah tersebut sudah selesai melakukan POPM dan telah melalui proses tahapan evaluasi TAS-1, TAS-2 dan TAS-3, bahkan ada yang sudah lulus TAS-3. Hasil survei juga menunjukkan faktor pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat yang terkait dengan filariasis dan POPM filariasis yang masih rendah disebabkan sebagian besar taraf pendidikan responden rendah.
2. Studi Evaluasi Eliminasi Filariasis di Indonesia (Studi Multisenter Filariasis) yang mencakup Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Jaya, yang disampaikan oleh Yulidar, M.Si. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahun yang rendah terhadap penyakit kaki gajah dan sikap ragu-ragu lebih dominan terhadap penyakit ini. Masyarakat kurang berpartisipasi dalam pengobatan massal. Nilai mikrofilaria rate di Desa Kambuk Payapi, Kabupaten Pidie didapatkan 3,22%, sedangkan di Kabupaten Aceh Jaya 1,61% . Berdasarkan nilai mf rate tersebut, maka Kabupaten Pidie dan Aceh Jaya merupakan wilayah yang masih berisiko terjadi penularan filariasis. Perlu peningkatan pengetahuan dan partisipasi masyarakat dalam program pengobatan untuk mencapai eliminasi penyakit kaki gajah ini.Responden yang positif berpotensi menjadi kasus kronis baru sehingga tindakan pengobatan selektif harus segera dilakukan.Kerjasama lintas sektor dan program perlu untuk ditingkatkan supaya eliminasi kaki gajah ini dapat dicapai.
3. Uji toksisitas akut (LD50) ekstrak daun Kuda-Kuda (Lannea grandis Engl.) terhadap tikus Wistar, yang disampaikan oleh Nona Rahmaida Puetri, S. Si. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa nilai LD50 ekstrak daun kuda-kuda lebih besar dari 5000mg/kgBB masuk dalam kategori praktis tidak toksik, pengamatan secara histologi hanya organ lambung dan limfa yang menunjukkan kondisi normal, sedangkan organ hati, paru-paru, jantung dan ginjal tikus Wistar menunjukkan adanya perubahan histologi. Perlu dilakukan pemilihan tikus percobaan yang sehat baik fisik maupun fisiologis dan perlu penelitian lanjutan untuk menilai keamanan berupa uji toksisitas sub kronik.
dan terakhir  kepala Loka Litbang Biomedis Aceh, Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH, Ph.D berharap seluruh rangkaian kegiatan diseminasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait hasil penelitian yang telah diperoleh di Propinsi Aceh oleh lintas sektor dan lintas program,beliau juga menambahkan, Loka Litbang Biomedis Aceh terbuka dalam hal peluang kerjasama dalam bidang penelitian dengan instansi lain dan juga menerima artikel ilmiah yang ingin dipublikasikan dalam jurnal SEL yang merupakan jurnal yang dikelola oleh Loka Litbang Biomedis Aceh yang sudah berproses melalui OJS.

Kata Kunci:
TAS,Transmission Assesment Survey
OJS Open Journal System
LD50 Uji Toksisitas Akut
Studi Multi center Filariasis